Custom Search

06 Januari, 2009

Laporan dari Bologna; RUMAH ADAT PAPUA UNTUK ITALIA


Oleh: Eddi Santosa - detikNews

Bologna - Setelah diplomasi kebudayaan dengan angklung dan folklore, KBRI Roma menyumbangkan rumah adat Papua dalam bentuk miniatur kepada Museum Antropologi, Universitas Bologna, Italia.

Benda seni dan budaya itu diserahkan oleh Sekretaris Pertama Politik merangkap Koordinator Benda–Benda Seni dan Budaya Pramudya Sulaksono kepada Kepala Laboratorium Bio-arkeologi dan Osteologi Forensik Museum Antropologi Universitas Bologna Prof Maria Giovanna Belcastro di museum tersebut, Kamis (24/7/2008) pukul 11.00 waktu setempat.

"Sumbangan benda-benda seni budaya Indonesia tersebut dimaksudkan agar masyarakat Italia khususnya mahasiswa Universitas Bologna dapat mempelajari seni budaya Indonesia," ujar Pramudya saat diterima Wakil Rektor Universitas Bologna Urusan Hubungan Luar Negeri Prof. Roberto Grandi, seusai penyerahan.

Di samping itu, tambah Pramudya, sumbangan tersebut juga diharapkan dapat lebih mempererat hubungan persahabatan antara Indonesia dengan Italia.

Selain miniatur rumah adat berbentuk panggung, diserahkan juga tifa (instrumen perkusi sejenis gendang) dan tas tradisional Papua berbentuk anyaman. Ketiga benda seni Papua tersebut berasal dari kelompok kesenian 'Sampari Manokwari' (Irian Jaya Barat), saat mereka berkunjung ke KBRI Roma bertepatan dengan peringatan HUT RI 17/8/2006 lalu.

Universitas Bologna merupakan univeritas tertua di dunia yang berdiri sejak 1088. Saat ini Universitas Bologna mempunyai sekitar 13 museum. Ketiga benda seni budaya daerah Papua itu merupakan benda-benda Indonesia pertama yang akan tersimpan di dalam Museum Antroplogi tersebut.

Sebelumnya pada 5/12/2007, KBRI Roma juga telah menyerahkan benda-benda seni Indonesia kepada bakal Museum Regional Immigrasi dan Emigrasi di Marsala, Pulau Sicilia, Italia.

Benda-benda seni itu berupa seperangkat angklung lengkap berukuran kecil sumbangan dari Sanggar Angklung Saung Mang Udjo, Bandung (Jawa Barat), tifa dari kelompok Sampari Manokwari (Irian Jaya Barat), serta kain ikat dari Lombok, Nusa Tenggara Barat, hadiah dari Noam Lazuardy, peserta magang Deplu RI Angkatan XXXI.

Benda seni Indonesia tersebut telah diserahkan langsung kepada Wakil Walikota Pemda Marsala Michele Milazzo dan Pejabat Bidang Imigrasi Domenica Miceli. Indonesia merupakan negara pertama yang merespon memberikan sumbangannya untuk pembukaan museum tersebut.(es/es)

__________________________________________________
Sumber: http://www.detiknews.com./Minggu, 27/07/2008 18:26 WIB

1 komentar:

Ruang 206 "Yamewa Papua" Yogyakarta mengatakan...

ORANG LAIN PEDULI DENGAN TONG PU BUDAYA ARSITEKTUR, BAGAIMANA DENGAN KITA ORANG PAPUA?

Template by : kendhin x-template.blogspot.com